Penuaan

2.1.  Pengertian

Penuaan adalah suatu proses multidimensial yaitu mekanisme kerusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda-beda. Penuaan dan kematian merupakan fenomena yang berhubungan seperti umur seseorang, kematian akan menjadi kenyataan sampai pada umur yang sangat tua.

images (1)

2.2.  Teori Penuaaan

A.        Teori Radikal Bebas

Radikal bebas adalah molekul atau bagian molekul yang tidak utuh lagi karena sebagian telah pecah atau melepaskan diri.Bagian yang pecah atau melepaskan diri ini melekat pada molekul lain dan merusak atau mengubah Struktur atau fungsi molekul yang bersangkutan.

Menurut Krhon, oksigen sangat reaktif dan oksidasi dari protein, lemak dan hidrat arang dan unsur lain dalam tubuh menghasilkan radikal bebas.

Dalam proses menua, kecepatan unsur radikal bebas ini bertambah melebihi kecepatan perbaikan dan pemulihannya.Vitamin E diduga melindungi mitokondria terhadap pengaruh buruk radikal bebas.Vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan, sehingga dapat menghambat proses penuaan.Kegiatan radikal bebas juga dibangkitkan oleh pengaruh lingkungan, seperti; produk samping dari industri plastik, ozon atmosfer, asap knalpot mobil / motor dan lain-lain.

Saran-saran yang tepat dalam proses penuaan :

♥Makan makanan yang sesuai dengan porsi dan diit yang tepat

♥Dosis Vitamin E (d – alfa – tocopherol) :

Usia < 40 tahun = 400 IU/hari, Usia > 40 tahun = 800 IU/hari

♥Dosis vitamin C = 2000 mg/hari

♥Beta Carotine = 25.000 unit/hari

♥Protein hewani = diganti protein dari kedelai

♥Ikan = Sarden, makarel dan salmon

♥Minyak goreng = harus segar

B.        Teori Imun

Proses penuaan merupakan suatu proses autoimun, dalam hal ini sistem imun tidak mengenali sel-selnya sendiri.Respon autoimun merusak sel, termasuk sel-sel imuno kompeten. Kekebalan tubuh menurun mudah terkena infeksi, kanker, penyakit degeneratif, penyakit menurun dan lainnya.Proses penuaan terutama mempengaruhi sel-T dari imun.

C.        Teori Hubungan Silang

Teori hubungan silang ini disebut juga teori Kolagen. Hubungan silang terjadi diantara Struktur molekukar yang biasanya terpisah.Salah satu terjadi Hubungan silang adalah bila terjadi dalam ——— jaringan ikat ——- kolagen tua menjadi kurang dapat larut, lebih kaku ——- permeabilitas sel menurun —— hambat hantaran nutrien, metabolit antibodi dll, yang melalui pembuluh darah.Selain kolagen, juga elastin mengalami perubahan, contoh : kulit menjadi kering dan keriput.

D.        Teori Genetik

Hidup seseorang sudah ditetapkan sebelum lahir pada gen dalam molekul DNA.Berarti seseorang yang dilahirkan dengan bapak yang panjang umur dimungkinkan keturunannya memiliki perkiraan jangka hidup yang panjang pula.

E.         Teori Wear & Tear

Sel somatik normal mempunyai kemampuan normal untuk replikasi dan fungsi terbatas.Kematian terjadi karena jaringan yang mati selamanya tidak dapat memperbaiki dirinya.

Dengan kesimpulan, organisme mempunyai persediaan energi dengan jumlah yang tetap dan mereka akan membelah berdasarkan waktu tertentu.

Teori penuaan pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok, yaitu teori Program dan Teori Wear and Tear. Teori program menekankan prinsip bahwa di dalam tubuh manusia terdapat suatu jam biologis, mulai dari proses janin sampai pada kematian dalam suatu model yang memiliki program yang sudah “tercetak”. Peristiwa ini terprogram mulai dari tingkat sel sampai embrio, janin, masa bayi dan anak-anak, remaja, dewasa menjadi tua dan akhirnya meninggal. Teori Program meliputi pembatasan replikasi sel, proses imun, dan mekanisme neuroendokrin dari penuaan. Pada suatu penelitian laboratorium diketahui bahwa sel normal memiliki kapasitas yang terbatas untuk melakukan pembelahan yang terus menerus, hal inilah yang terjadi pada sel-sel tubuh orang dewasa yang akhirnya menjadi tua dan lemah, teori ini menjadi dasar dari teori pembatasan replikasi sel. Mekanisme neuroendokrin mengatakan bahwa ketika manusia menjadi tua, tubuh hanya mampu memproduksi hormon lebih sedikit akibatnya fungsi tubuh terganggu dam muncul berbagai keluhan.

Sedangkan Teori Wear and Tear menganggap bahwa tubuh dan sel-selnya yang terlalu sering digunakan dan disalahgunakan secara terus menerus akan menjadi lemah dan akan mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh seperti hati, lambung, ginjal, kulit dan yang lain akan menurun fungsinya karena toksin di dalam makanan dan lingkungan yang kita terima setiap hari, selain itu juga akibat dari konsumsi lemak, gula, kafein, nikotin, alkohol yang berlebihan. Dan yang tidak kalah penting adalah akibar dari paparan sinar matahari serta stress fisik dan psikis. Yang harus diingat adalah bahwa kerusakan ini tidak terbatas pada organ, melainkan juga terjadi pada tingkat sel.

2.3.  Efek Biologis Penuaan

Proses penuaan secara berangsur mengurangi fungsi tubuh dan berbagai organ tubuh. Dalam hal ini sangat bervariasi sesuai kompensasi individu tiap lansia.

A.        Efek Umum Penuaan

Proses penuaan dapat menimbulkan Reaksi yang lebih lambat, gerakan lebih kaku dan lambat, koordinasi menurun, sikap tubuh berubah (lebih bongkok), kulit mongering dan keriput, rambut mulai rontok dan beruban.Diskus intervertebralis menipis, vertebra menipis sehingga tinggi badan menyusut, punggung lebih bongkok (kifosis), tulang-tulang panjang tidak berubah. Batang tubuh memendek, ekstremitas tetap, tampak berlawanan dengan arah.Otot menyusut, lemak bertambah pada mesentrium (sekitar ginjal), lemak dibawah kulit mengurang / keriput. Mineral dari tulang berkurang karenanya tulang lebih rapuh (osteoporosis) dan menjadi lebih mudah patah tulang.Berat badan menurun.

B.        Efek Penuaan Pada Pembuluh Darah

Arteri

  • Tunika Intima arteri menebal, mulai ada tanda arterosklerosis.
  • Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen).
  • Kemampuan dilatasi menurun
  • Tekanan darah lebih tinggi karena diameter menurun dan tambah kaku.
  • Aorta serta cabang-cabangnya melebar.

Terjadinya proses aterosklerosis :

Dimulai dengan terbentuknya plak-plak ateroma sehingga ;

  • Menyempitkan lumen pembuluh, paling banyak terjadi pada aorta, arteri iliaka, koronaria, karotis, renalis dan femoralis.
  • Secara patologis dapat terjadi trombosis dan penyumbatan lumen arteri tersebut merusak tunika media aneurisma (arteri abdominalis atau torkalis).
  • Aliran darah ke otak dan ginjal menurun.

Vena

  • Bila katup – katup rusak, mudah terjadi varices sehingga mudah terjadi trombosis dan emboli paru.
  • Tidak banyak gerak (duduk / tidur) dapat meningkatkan terjadinya trombosis vena.

Hipertensi

  • Karena elastisitas aorta menurun, tahanan Perifer meningkat sehingga terjadinya Hipertensi.
  • Hipertensi Berhubungan erat dengan penyakit koroner dan Infark miocard dan cedera cerebrovaskuler (stroke).

Dikenal dua kelompok utama teori penuaan, yaitu mekanisme inbuilt genetic (genetik bawaan atau yang telah ada) dan mekanisme ‘wear and tear’ lingkungan.

1.      Mekanisme inbuilt genetic  (genetic bawaan atau teori clonal senescence)

a)        Bukti faktor genetic

Dari sudut pandang ilmiah, hanya sedikit yang mengabaikan bahwa proses embriogenesis, bayi, remaja dan dewasa terprogram secara genetik, walaupun pengalaman setiap individu dalam hidupnya untuk tahapan tersebut sangat berbeda akibat pengaruh lingkungan . Proses penuaan mempunyai komponen genetik, anggota keluarga yang sama cenderung hidup pada umur yang sama dan umurnya mempunyai umur rata-rata yang sama, tanpa mengikutsertakan meninggal akibat kecelakaan dan penyakit.

b)          Interaksi dengan faktor lingkungan

Telah diketahui dengan baik bahwa sebagian besar penyakit lebih sering ditemukan pada warga masyarakat dengan kondisin sosial ekonomi yang rendah dan warga masyarakat ini menunjukan perubahan penuaandan mati lebih awal dibandingkan dengan warga masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih tinggi sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya. Interpretasi langsung yang dapat di ambil dari fenomena ini bahwa individu dalam kelompok masyarakat umumnya mempunyai beberapa keunggulan dalam bidang makanan, perumahan dan keuangan. Suatu eksperimen sosial yang mendukung ide ini adalah turunnya jumlah penderita tuberkulosis sejalan dengan meningkatnya kondisi sosial, lama sebelum penggunaan antibiotik dan munculnya penyakit dari orang miskin baru di Inggris.

2.      Mekanisme Wear  and Tear (Reflication Senescence)

Teori Wear and Tear (Pakai dan Lepas) memberi kesan bahwa hilangnya sel scara normal akibat dari perubahan dalam kehidupan sehari-hari dan penumpukan rangsang subletal dalam sel yang berakhir dengan kegagalan sistem yang cukup besar sehingga keseluruhan organisme akan mati. Teori ini memberikan penjelasan yang baik mengapa kegagalan jantung dan sistem syaraf sentral merupakan penyebab yang sering pada kematian. Sel-sel yang mempunyai fungsi penting pada jaringan ini tidak mempunyai kemampuan regenerasi. Teori ini sama sekali tergantung pada pandangan statistic penuaan sugestif bahwa kita semua terkena scara kasar dalam jumlah yang sama dari teori ‘Pakai dan Lepas’ dan karenanya mempunyai waktu harapan hidup yang sempit, tampaknya memberi kita waktu harapan hidup yang spesifik. Hal ini sangat sulit untuk menerangkan waktu harapan hidup yang sangat pendekdari serangga Mayfly dan kerabatnya.

Berbagai mekanisme seluler dan sub seluler yang diperkirakan sebagai penyebab kesalahan penumpukan :

  • Ikatan silang protein
  • Ikatan silang DNA
  • Mutasi  dalam DNA yang membuat gen yang penting tidak tersedia atau berubah fungsinya
  • Kerusakan mitokondria
  • Cacat lain dalam penggunaan oksigen dan nutrisi

2.4.  Penyebab Proses Penuaan

Banyak faktor yang menyebabkan setiap orang menjadi tua melalui proses penuaan. Pada dasarnya berbagai faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor internal adalah radikal bebas, hormon yang menurun kadarnya, proses glikosilasi, sistem kekebalan tubuh yang menurun dan juga faktor genetik. Sedangkan faktor eksternal adalah gaya hidup yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, kebiasaan hidup yang salah, paparan polusi lingkungan dan sinar ultraviolet, stress dan penyebab sosial lain seperti kemiskinan. Kedua faktor ini saling terkait dan memainkan peran yang besar dalam penyebab proses penuaan.

Tubuh kita membentuk suatu reaksi kimia kompleks yang membentuk suatu molekul kimia yang tidak stabil yang disebut radikal bebas. Molekul radikal bebas ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel yang sehat melalui suatu proses yang disebut dengan Oksidasi. Proses ini sama seperti proses yang kita lihat pada apel hijau yang berubah warna menjadi coklat atau logam tembaga yang berubah warna dari emas kemerahan menjadi biru kehijauan. Produksi radikal bebas ini dapat meningkat jumlahnya apabila kita sering terpapar oleh sinar matahari, merokok, polusi udara dan mengkonsumsi makanan yang rendah nilai gizinya. Produksi radikal bebas yang semakin meningkat dalam tubuh kita memberi kontribusi yang besar terhadap terjadinya proses penuaan berbagai organ tubuh.

Stress juga berperan besar pada semakin cepatnya proses penuaan terjadi. Stress dalam hal ini tidak hanya terkait dengan psikologis tetapi juga jasmani. Apabila tubuh kita mengalami kerusakan, maka tubuh akan mencoba untuk memulihkan diri sendiri. Pada batas tertentu tubuh dapat pulih namun tidak seratus persen dan tentu tidak pada semua kasus. Semakin sering tubuh kita mengalami stress maka makin kecil kemungkinan tubuh untuk pulih akibatnya tubuh semakin menua dan menjadi rentan terhadap penyakit. Apa yang menyebabkan tubuh kita tidak bisa sepenuhnya memulihkan kerusakan tadi, sebagian besar belum diketahui.

2.5.  Pencegahan Proses Penuaan (Paradigma Baru)

Seiring bertambahnya usia hidup kita dan semakin terpakainya seluruh organ tubuh, kita memang tidak bisa mengelak dari proses penuaan. Kita telah mengetahui bahwa proses penuaan disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Ini berarti bahwa proses penuaan bukanlah datang dengan sendirinya tanpa penyebab. Dan karena itu lah proses penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah dan dihambat apabila faktor-faktor pendukungnya juga dapat dihambat dan diatasi. Hal ini sesuai dengan paradigma baru dalam kedokteran anti penuaan yang dikenalkan oleh American Academy of Anti Aging Medicine tahun 1993, dimana tantangan dari paradigma baru ini adalah bagaimana mencegah, menunda, bahkan mengembalikan ke kondisi semula semua proses yang membuat manusia menua dengan semua disfungsi, tanda dan gejala.

Tiga hal penting berkaitan dengan konsep kedokteran anti penuaan yang memberi harapan dalam menghambat proses penuaan :

  • Penuaan adalah suatu proses yang dapat dicegah, ditangani bahkan dikembalikan ke keadaan semula,
  • Manusia bukanlah tahanan dari takdir genetik mereka, dan
  • Gejala penuaan terjadi karena kadar hormon yang menurun, bukan kadar hormon menurun karena proses penuaan.

Kehadiran konsep ini memberikan fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa proses penuaan bisa diperlambat, ditunda, dan bahkan bisa dikembalikan. Dibandingkan dengan kedokteran konvensional yang mengobati gejala atau akibat dari penuaan, maka kedokteran anti-aging lebih pada merubah proses penuaan itu sendiri dan sekaligus membawa harapan baru bagi umat manusia.

Jadi penuaan adalah suatu proses yang dapat kita cegah, kita hindari dan kita minimalisasi. Dengan demikian maka umat manusia tidak lagi harus membiarkan begitu saja dirinya menjadi tua dengan segala keluhan dan penyakit. Sebaliknya, sebelum muncul keluhan dan gejala yang umumnya terjadi pada usia lanjut, perlu ada upaya untuk menghambat proses penuaan.

2.6    Memperlambat Proses Penuaan

Proses penuaan dapat dicegah dan diperlambat apabila kita memiliki gaya hidup yang baik dan sehat dan dengan konsisten kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, yang tentu saja harus dibarengi dengan komitmen dan keinginan untuk hidup sehat.

  • Olahraga teratur dan konsisten

Tidak pernah terlambat untuk mulai membiasakan diri berolahraga. Dengan berolahraga teratur, tubuh dibiasakan untuk selalu aktif dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh tetap sehat. Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Harvard menyebutkan bahwa orang-orang yang memulai kebiasaan olahraga lebih lambat pada usia tua ternyata memiliki tingkat kesakitan dan kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang pada usia mudanya rajin berolahraga tapi lalu menjadi malas berolahraga di usia tuanya. Hal ini membuktikan bahwa orang tidak pernah terlalu tua untuk mulai berolahraga.

  • Makanlah makanan yang sehat

Apa yang kita makan sangat mempengaruhi seluruh proses dalam tubuh dan hal ini akan terpancar keluar. Beberapa tips yang dapat digunakan dalam memilih makanan yang dapat membantu memperlambat proses penuaan dalam tubuh kita : Batasi konsumsi gula olahan dan lemak terutama lemak jenuh hewani, konsumsi makanan berserat tinggi (seperti, gandum, buah dan sayuran segar), lebih baik mengkonsumsi karbohidrat kompleks/polisakarida dibandingkan glukosa (nasi, roti, pasta), Konsumsi kalsium yang cukup, perbanyak minum air putih 10 gelas setiap hari, dan dianjurkan untuk mengkonsumsi ekstra antioksidan, seperti 100 IU Vit.E.

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Bagaimana kita bisa mengetahui apakah kondisi tubuhnya kita fit atau tidak untuk tetap dapat menjalankan kehidupan? Tentu kita tidak bisa mengukurnya hanya dari diri kita sendiri yang merasa tidak ada keluhan dan merasa tidak ada bagian dari tubuh kita yang terasa sakit, itulah pentingnya kita melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesadaran akan pentingnya nilai kesehatan inilah yang merupakan salah satu bentuk upaya dari menghambat proses penuaan.

  • Kelola stres dengan selalu berpikir positif

Banyak studi ilmiah sudah dilakukan yang menyatakan bahwa kondisi stress psikologis yang berlangsung lama dapat mempercepat proses penuaan dan membuat orang menjadi lebih tua sebelum waktunya. Secara ilmiah dikatakan bahwa, kondisi stress psikologis secara tidak langsung dapat merusak struktur telomere, yaitu suatu komponen biokimia yang terdapat pada kromosom manusia yang berperan pada replikasi sel. Dengan setiap replikasi sel, telomere memendek. Mekanisme telomere ikut menentukan rentang usia sel dan pada akhirnya juga rentang usia organisme itu sendiri. Maka penting sekali untuk dapat mengelola stres kehidupan dengan menjaga pikiran agar senantiasa berpikir positif dan optimis.

2.7    Bentuk Penuaan

A.        Penuaan Kulit

Secara makroskopis tingkat ketuaan di identifikasikan dari kulit yang berkerut, hilangnya rambut dan lembeknya otot muka. Sering kulit menjadi mudah rusak, kehilangan jaringan elastik muda dan mudah lecet. Pemeriksaan Histologi menunjukan kulit mengandung sedikit jaringan kolagen dan sedikit elastin dan yang masih tertingal adalah abnormal seperti yang dibuktikan oleh sifat biokimianya. Penelitian terhadap fibroblas pada kultur memperlihatkan bahwa kultur dari sel individu muda mampu membelah lebih banyak (total sekitar 50) dibandingkan dengan sel-sel yang berasal dari individu yang berumur lebih tua.

Apabila kita membuat seluruh penilaian kondisi kulit, kita akan melihat bahwa keriput yang kita ambil merupakan tanda utama penuaan yang sangat menonjol pada daerah kulit yang terkena sinar matahari.

B.        Penuaan Osteoartikuler

Individu usia lanjut sering rentan terhadap fraktur terutama pada leher femur. Banyak wanita post-menopause dan pria usia lanjut menderita berbagai tingkat osteopenia atau hilangnya masa tulang. Pada sebagian besar kasus, hal ini disebabkan oleh osteoporosis. Secara normal, matriks tulang mengalami sosialisasi tetapi trabekula terbentuk tipis. Hal ini menyebabkan terjadinya fraktur akibat trauma ringan dan bahkan bisa terjadi fraktus spontan, terutama pada badan vertebra menyebabkan terjadinya kelainan fostur yang disebut punuk atau lengkung doager. Hal ini dapat memberikan petunjuk yang jelas bahwa kemunduran spontan dari fungsi hormonal (pada kasus wanita post-monopause ialah fungsi ovarium) menghasilkan fenomena penuaan. Keadaan ini sering diobati dengan penggantian HRT (hormone replacement therapy).

Terjadinya osteoporosis pada usia lanjut lebih sering dijumpai pada mereka yang kurang aktif atau mereka yang makanannya mengandung sedikit kalsium atau vitamin D pada usia remaja, dan bukti epidemiologis terus bertambah bahwa banyak bentuk klasik usia lanjut disebabkan oleh sesuatu yang terjadi sewaktu remaja. Sebagai contoh, timbulnya penyakit katup jantung pada usia lanjut akibat penyakit demam rematik yang di derita pada usia remaja.

  • Ketidakmampuan Imunitas

Kelemahan imun yang relatif pada usia lanjut dapat menyebabkan kambuhnya infeksi yang telah mengenainya beberapa tahun sebelumnya yang tidak pernah dibersihkan dari tubuh dan berada dalam keadaan tidak aktif. Tuberkulosis dapat timbul lagi pada usia lanjut terutama apabila imunitas penderita tertekan akibat timbulnya kanker atau akibat pengobatan kanker yang kedua-duanya dapat sebagai imuno supresip.

Penuaan sistem imun menyebabkan hilangnya sebagian kemampuan menahan infeksi baru dan meneruskan pengontrolan infeksi yang lama, tetapi pada penyakit auto imun terdapat peningkatan dari hilangnya kemampuan ini sejalan dengan bertambahnya umur.

  • Atrofi Coklat

Banyak organ tubuh pada usia lanjut berkurang ukurannya dan berwarna kecoklatan, keadaan ini dikenal sebagai atrofi coklat. Jantung dan hati sering terkena. Atrofi diakibatkan oleh involusisemilis. Warna coklat disebabkan oleh jumlah lipofusin yang berlebihan, berupa pigmen granuler coklat intraseluler, yang sering disebut pigmen pakai dan lepas (wear and tear) karena berhubungan dengan penggunaan organ yang berlebihan.

  • Perubahan Kardiovaskuler

Di negara majupenyebab kematian yang utama pada orang dewasa adalah akibat berbagai kemunduran sistem kardiovaskuler terutama seranagan jantung dan stroke. Di negara yang sedang berkembang, penyakit ini jarang ditemukan dan baru menjadi lebih sering pada kelompok yang mengubah gaya hidupnya yang keberatan dengan segala pengaruhnya, walaupun sedikit persentasi populasi yang bertahan sampai mencapai usia lanjut, mereka yang mengikuti gaya hidup ini masih menunjukkan bentuk klasik dari proses penuaan. Pemeriksaan postmortem menunjukkan bahwa pada masyarakat Barat sebagian besar penduduk yang meninggal ternyata disertai penyakit kardiovaskuler.

Yang paling sering pada penuaan adalah meningkatnya tekanan darah yang progresip-hipertensi idiopatik. Hal ini sangat menarik karena awal kejadian patologis kelihatannya berupa peningkatan tahanan pembuluh darah kecil yang permanen, hipertensi disini merupakan keadaan pisiologis untuk memperbaiki dan menjaga tekanan perfusi yang esensial terhadap jarinagan perifer. Kenaikan tekanan darah mempunyai pengaruh yang merugikan pada pembuluh darah yang lebih besar, seperti meningkatnya pembentukkan ateroma disertai denagan kenaikan kerusakan fungsi kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian tinggi pada masyarakat Barat, sesuai dengan umur. Ateroma sendiri merupakan suatu penyakit yang dihubungkan dengan kenaikan umur yang menunjukan adanya timbunan lemak pada dinding aorta.

  • Nasib Sel Permanen

Fungsi neurologis sering menurun sesuai umur, walaupun sebagian dapat ditandai denagan turunnya fungsi kardiovaskuler, sebagian besar orang memperlihatkan kemunduran yang spesipik dan akumulatif terutama pada otak. Sel saraf, seperti sel miokardium merupakan sel post-mitotik. Sel cadangan tidak ditemukan dan karenanya kerusakan pada jarinagn jantung dan otak akan menetap. Keuntungannya yaitu sel saraf dan kardiomiosit jarang tumbuh menjadi tumor pada usia dewasa, tumor otak yang ditemukan pada umur dewasa berasal dari bebagai jenis sel jaringan ikat otak atau deposit sekunder dari kanker di dalam tubuh manusia. Sel seperti ini tidak dapat membelah, terutama ketidakmampuannya akan menghasilkan berbagai mcam cedera klinis, tetapi kedua organ tersebut mempunyai aktivitas elektrik yang kompleks dan mempunyai fungsi yang tinggi sehingga sel yang mengadakan replikasi dalam sistem seperti diatas akan memberikan banyak masalah dibandingkan dengan kemampuan penanggulangannya.

  • Penyakit Neoplastik

Sebagian besar neoplasma sangat sering ditemukan pada usia lanjut tetapi beberapa seperti neuroblastoma dan retinoblastoma ditemukan pada anak-anak. Tumor yang timbul pada waktu remaja biasanya spontan, sedangkan yang timbul pada usia lanjut biasanya terjadi berdasarkan penyakit kronis yang dideritanya. Misalnya osteomielitis, penyatuan fraktur yang salah, atau penyakit paget.

Beberapa jenis tumor timbul denagan latar belakang kerusakan jaringan yang kronis yang memerlukan waktu bertahun-tahun dari paparan atau jejas untuk menimbulkan kanker. Sebagai contoh, antara merokok dan karsinoma bronkus, yang resikonya meningkat denagn teratur sesuai denagn dosis karsinogen (jumlah rokok yang dihisap) dan lamanya waktu yang berkelanjutan dari paparan atau jelas.

2.8. Kondisi Fisiologis dan Patologis pada Lanjut Usia

  • Sistem persyarafan

1) berat otak menurun 10-20 % (setiap orang berkurang sel otaknya dalam setiap harinya)

2) cepatnya menurun hubungan persyarafan.

3) lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khusunya dengan stress.

4) mengecilnya syaraf panca indra, berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium dan perasa, lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.

5) kurang sensitif terhadap sentuhan.

  • Sistem pendengaran

1)      Presbiakusis (gangguan Pada pendengaran), hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam, dak jeterutama terhadap bunyi atau nada-nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit dimengerti kata-kata, 50 % terjadi  pada usia diatas 60 tahun.

2)      Membran timpani menjadi atrofi menyebabkan otosklerosis.

3)      Terjadi pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya keratin.

4)      Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami ketegangan jiwa atau stress.

  • Sistem penglihatan

1)      Spingter pupil timbul skelerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.

2)      Kornea lebih berbentuk sferis (bola).

3)      Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) menjadi katarak, yang menyebabkan gangguan penglihatan.

4)      Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaftasi terhadap kegelapan lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.

5)      Hilangnya daya akomodasi.

6)      Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.

7)      Berkurangnya daya membedakan warna biru atau hijau.

  • Sistem kardiovaskuler

1)      Elastisitas dinding aorta menurun.

2)      Katup jantung menebal dan jadi kaku.

3)      Kemampuan jantung untuk memompa menurun 1 % setiap tahun sesudah berumur 20 tahun, hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.

4)      Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, perubahan posisi dari tidur ke duduk (duduk ke berdiri) bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg (menyebabkan pusing mendadak).

5)      Tekanan darah meninggi diakibatkan oleh meningkatnya resistensi dari pembuluh darah perifer, sistolis normal 170 mmHg, diastolis normal 90 mmHg.

  • Sistem respirasi

1)      Otot-otot pernapasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.

2)      Menurunnya aktivitas dari silia.

3)      Paru-paru kehilangan aktivitas, kapasitas residu meningkat, menarik napas menjadi berat, kapasitas pernapasan maksimum menurun dan kedalaman bernapas menurun.

4)      Alveoli ukurannya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.

5)      O2 pada arteri menurun menjadi 75 mmHg.

6)      CO2 pada arteri tidak berganti.

7)      Kemampuan untuk batuk berkurang.

8)      Kemampuan pegas, dinding, dada, dan kekuatan otot pernapasan akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

  • Sistem gastrointestinal
  • Sistem perkemihan

Penuaan sistem perkemihan atau dalam bahasa medis disebut juga inkontenensia urine atau orang awam menyebut dengan beser adalah pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan atau sosial.

ada beberapa perubahan pada anatomi dan fungsi organ kemih, antara lain: melemahnya otot dasar panggul akibat kehamilan berkali-kali, kebiasaan mengejan yang salah, atau batuk kronis. Ini mengakibatkan seseorang tidak dapat menahan air seni. Selain itu, adanya kontraksi (gerakan) abnormal dari dinding kandung kemih, sehingga walaupun kandung kemih baru terisi sedikit, sudah menimbulkan rasa ingin berkemih. Penyebab Inkontinensia Urine (IU) antara lain terkait dengan gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-obatan, produksi urin meningkat atau adanya gangguan kemampuan/keinginan ke toilet. Semakin tua seseorang semakin besar kemungkinan mengalami inkontinensia urine, karena terjadi perubahan struktur kandung kemih dan otot dasar panggul. Inkontenensia urine diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

  • Inkontenensia urine akut

Penanganan IU akut pada usia lanjut berbeda tergantung kondisi yang dialami pasien. Penyebab IU akut antara lain terkait dengan gangguan di saluran kemih bagian bawah, efek obat-ob Gagal jantung kongestif juga bisa menjadi faktor pe­nyebab produksi urin meningkat dan ha­­rus dilakukan terapi medis yang sesuai.atan, produksi urin meningkat atau adanya gangguan kemampuan/keinginan ke toilet.

  • Inkontenensia urine persisiten

Mengompol juga ada yang bersifat me­netap dan tidak terkait dengan penyakit akut, disebut IU persisten. stress, urgensi, overflow, dan gangguan fungsional adalah faktor penyebabnya. Tipe stress didefinisikan sebagai keluarnya urin involunter tatkala terdapat peningkatan tekanan intraabdomen, seperti batuk, tertawa, olahraga, dan lain-lain. Sedangkan urgensi adalah keluarnya urin akibat ketidakmampuan menunda berkemih tatkala timbul sensasi keinginan untuk berkemih.. Overflow adalah keluarnya urin akibat kekuatan mekanik pada kandung kemih yang overdidtensi atau factor lain yang berfek pada retensi urin dan fungsi sfingter. Inkontinensia urine dapat terjadi dengan berbagai manifestasi, antara lain:

• Fungsi sfingter yang terganggu menyebabkan kandung kemih bocor bila batuk atau bersin. Bisa juga disebabkan oleh kelainan di sekeliling daerah saluran kencing.
• Fungsi otak besar yang terganggu dan mengakibatkan kontraksi kandung kemih.
• Terjadi hambatan pengeluaran urine dengan pelebaran kandung kemih, urine banyak dalam kandung kemih sampai kapasitas berlebihan.

  • Sistem gastrointestinal

1)      Kehilangan gigi, penyebab utama adalah Periodental diseasa yang bisa terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.

2)      Indra pengecap menurun, adanya iritasi yang kronis, dari seelaput lendir, atrofi indra pengecap (± 80 %), hilangnya sensitifitas dari saraf mengecap dilidah terutama rasa tentang rasa asin, asam dan pahit.

3)      Esofagus melebar

4)      Lambung, rasa lapar menurun (sensitifitas lapar menurun), asam lambung menurun, waktu mengosongkan menurun.

5)      Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.

6)      Fungsi absorbsi melemah (daya absorbsi terganggu).

7)      Liver (hati) makin mengecil dan menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah.

  • Sistem reproduksi

Perubahan sistem reproduksi akibat penuaan biasanya di mulai selama dekade ke lima dalam kehidupan. Kebanyakan perempuan mengalami menopause di awal usia 50-an. Pada saat itu reduksi hormon estrogen menyababkan penghentian menstruasi yang bersamaan dengan gejala khas penurunan produksi hormon yaitu atrofi organ-organ reproduksi, menurunnya lubrikasi dan tidak stabilnya vasomotor.

  • Klimakterium dan menopause

Klimakterium adalah pase fisiologis yang terjadi jika funggsi ovarium telah mengalami regresi. Menopause adalah berhentinya siklus pendarahan uterus yang teraratur, merupakan satu pristiwa dalam kelimak terium. Menopos biasanya terjadi antara usia 45-52 tahun. Selama kelimak terium, kadar estradiol menurun dan ovarim mengecil yang akhirnya folikel menghilang. Menurunnya kadar estradion dalam sirkulasi meningkatkan sekresi meningkatkan sekresi gonado tropin oleh hipofisis melalui unpan balik negatif. Gejala-gala menopause dapat  dimulai sebelium perubahan pada siklus menstruasi terjadi. Gejala-gejala umum menopause adalah hot flushes (panas pada kulit), berdebar-berdebar, sakit kepala, tangan kepala terasa dingin, mudah tersinggung, vertigo, cemas, gelisah, depresi, imsomnia, keringat waktu malam, pelupa, tidak dapat berkonsentarasi, lelah dan penambahan berat badan. Gejala yang paling sering adalah ketidak setabilan vasomotor yang bermanifestasi sebagai hot flus hes. Tanda yang khas adalah kulit menjadi merah dan hangat terutama pada kepala dan leher, yang dapat terjadi klapan saja selama beberapa detik sampai dua menit. Gejala ini kemudian diikuti dengan menggil kedinginan perubah peruiban fisiologik lainnya adalah meningkatnya denyutjantung, vasodilatasi perifer, meningkatnya temperaturkulit dan pelepasan LH yang sedikit-sedikit. Kulit genetalia serta dingding vagina dan uretra menipis dan kering, sehingga mudah terjadi iritasi, inveksi, dan dispareunia. Labia, klitoris, uterus dan ovarium mengecil. Elastisitas  juga berkurang. Bertambahnya pertumbuhan rambut pada awajah dan tubuh hal ini terjadi akibat menurunnya kadar estrogen dan efek androgen dalam sirkulasi yang tidak terimbangi.

Istilah klimakterium pada laki-laki ditunjukkan pada saat fungsi reproduksi fisiologis mulai menurun sehubungan dengan penuaan. Sulit untuk memisahkan penurunan fungsi reproduksi dengan penurunan kebugaran tubuh yang tejadi pada usia lanjut dan ada kemungkinan menurunnya fungsi reproduksi. Proses penurunan ini terjadi lebih lambat dari pada proses pada perempuan, dengan demikian fungsi sistem reproduksi pada laki-laki akan dapat bertahan pada usia lanjut. Tubulus seminiferus dari testes akan terus menghasilkan sperma, meskipun jumlahnya lebih sedikit dengan penambahan usia. Sepuluh persen dari tubulus seminiferus akan terhenti menghasilkan sperma pada usia 40, 50% pada usia 50 tahun, dan 90% pada usia 80 tahun. Kadar testosteron akan menurun secara bertahap. Jumlah sel-sel Lendyg mungkin menurun, seperti halnya kemampuan sel-sel yang masih ada untuk menghasilkan testosteron.

Gagalnya untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis (impotensi) lebih sering terjadi pada usia lanjut. Sebab-sebab dari keadaan ini tidak selamanya dapat diketahui, tetapi faktor-faktor psikologis diperkirakan dapat terjadi pada beberapa kasus. Secara fisiologis, vena adan arteri yang memperdarahi jaringan erektil penis juga dapat mengalami sklerisis akibat proses penuaan seperti halnya pembuluh darah lain dalam tubuh, dan hal ini dapat menjadi penyebab impotensi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s