MIOMA UTERI

A.    Pengertian

  • Leiomioma (mioma) adalah tumor benigna yang berasaldari sel-sel otot dan mengandung sejumlah jaringan fibroid (Baradero, Mary dkk. 2007. EGC)
  • Leiomioma adalah tumor pelvis yang paling banyak di temukan (20-25%) pada wanita umur reproduktif (Baradero, Mary dkk. 2007. EGC)
  • Mioma uteri adalah tumor yang paling umum pada traktus genitalis (Derek Llewellyn- Jones, 1994)
  • Mioma uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya (www. Infomedika. htm, 2004)
  • Jadi mioma uteri adalah tumor jinak yang tumbuh pada otot rahim

B.     Etiologi

Etiologi dari Leiomioma belum bisa di mengerti jelas.Stimulus umtuk tumbuhnya tumor ini juga belum jelas, tetapi sering di kaitkan dengan estrogen karena tumor jaranng timbul sebelum menarke dan mengecil sesudah menopause.tumor menjadi besar dengan kehamilan dan dengan pemakaian kontrasepsi oral. Adapun factor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu :

  • Umur

Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35 – 45 tahun.

  • Faktor genetic

Kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma

C.    Patofisiologi

Tumor

 

 

Pembesaran masa

 

 

Iskemia

 

 

Ulkus nekrosis jaringan

Pengeluaran bradikinin, histamin dan prostaglandin

 

 

Jaringan sekitar uterus rapuh

Menekan saraf simpatis

 

 

Perdarahan abnormal

Gangguan rasa nyaman: nyeri

 
 

Adanya port de entri

Cairan keluar tubuh bersama darah

 
 

Resiko tinggi infeksi

Resiko tinggi kekurangan cairan

 

D.    Manifestasi Klinis

  • Gejala primer
  1. Tumor massa di perut bagian bawah sehingga menyebabkan berat pada daerah pelvis
  2. Perdarahan dalam bentuk premenstruasi spotting/ perdarahan sedikit setelah menstruasi, apabila tumor sudah masuk ke dalam serviks perdarahan bisa menjadi banyak
  3. Nyeri yang sangat tiba-tiba
  4. Akibat tekanan : dysuria pollakisuria
  5. Dapat menyebabkan infertilitas, aborsi spontan dan komplikasi persalinan
  • Gejala sekunder
  1. Anemia
  2. Lemah
  3. Pusing-pusing
  4. Sesak nafas

E.     Klasifikasi

Lokalisasi Mioma Uteri

  1. Mioma intramural

Apabila tumor itu dalam pertumbuhannya tetap tinggal dalam dinding uterus

  1. Mioma Submukosum

Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu

  1. Mioma Subserosum

Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus

 F.     Penatalaksanaan

  • Uji diagnostic

Mioma bisa diketahui melalui pemeriksaan pelvis rutin. Palpasi menunjukan uterus yang tidak pada tempatnya dan adanya nodul yang ireguler pada permukaan uterus.  Pemeriksaan ini , dapat dipertegas dengan MRI, CT scan, sonografi pelvis, histeriografi, atau histeroskopi. Pemeriksaan ini dapat menentukan besar dan lokasi tumor.

  • Medikasi

Terapi obat tidak mempunyai peranan yang penting dalam penanganan leiomioma, akan tetapi agonis GnRH (gonadotropin-releasing hormone) bisa dipakai untuk mengurangi estrogen yang beredar dalam darah dan bisa membuat tumor mengecil. Agonis GnRH bisa mengurangi besarnya tumor sekitar 90%, tetapi efeknya hanya sementara.

 

  1. PROSES ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian

  1. Identitas klien
  2. Keluhan utama

Nyeri hebat yang tiba-tiba, pelvis terasa berat, daan perdarahan sedikit sehabis menstruasi

  1. Riwayat penyakit sekarang

Tanya mengenai nyeri dengan PQRST

  1. Riwayat penyakit terdahulu

Perlu ditanyakan pada pasien dan keluarga, apakah pasien pernah mengalami penyakit kanker seperti kanker payudara

  1. Riwayat penyakit keluarga

Perlu ditanyakan apakah dalam keluarga ada yang menderita penyakit seperti ini atau penyakit kanker

  1. Riwayat Genekologi
  • Riwayat Menstruasi

Lama menstruasi, siklus mensruasi, panjangnya menstruasi, keluaran darah menstruasi, warna, bau, keluhan

  • Riwayat Perkawinan

Dalam usia berapa pertama kali koitus, berapa kali menikah, jarak pernikahan dan kehamilan

  • Riwayat obstetric

Riwayat kehamilan, berapa banyak kehamilan dan persalinan, dan nifas

  1. Pemeriksaan Fisik
  • Inspeksi

Perdarahan yang sedikit-sedikit setelah menstruasi, pelvis terlihat besar

  • Palpasi

Teraba masa di daerah pelvis, dan nyeri tekan pelvis

2.      Diagnosa Keperawatan

  1. Gangguan rasa nyaman: Nyeri b.d pembesaran masa
  2. Resiko tinggi kekurangan cairan b.d perdarahan
  3. Resiko tinggi infeksi b.d adanya port de entri

3.      Intervensi Keperawatan

1. Melaporkan penghilangan nyeri maksimal atau pengaruh minimal pada AKS dengan criteria :

  • Skala nyeri berkurang menjadi 2 atau 3
  • Klien tidak meringis lagi
  1. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi nyeri, frekuensi dan intensitas (skala 0-10) dan tindakan penghilang yang digunakan.
  2. Berikan tindakan kenyamanan misalnya gosokan punggung serta aktivitas hiburan music dan televise
  3. Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri misalnya tekhnik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi dan sentuhan terapeutik
  4. Tindakan kolaboratif berikan analgesic sesuai indikasi misalnya morfin, methadone, dll.
    1. Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau keefektifan intervensi
    2. Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian
    3. Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control
    4. Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individu berbeda. Saat perubahan penyakit atau pengobatan terjadi penilaian dan pemberian akan diperlukan.

2. Klien menunjukkan keseimbangan cairan adekuat, dengan criteria hasil:

  • TTV stabil
  • Membrane mukosa lembab, turgor kulit baik, pengisian kapiler cepat dan haluaran urine adekuat secara individual
  1. Pantau masukan dan haluaran yaitu perdarahan. Hitung keseimbangan 24 jam
  2. Pantau TTV, evaluasi nadi perifer, pengisian kapiler
  3. Kaji turgor kulit dan kelembaban membrane mukosa. Perhatikan keluhan haus
  4. Kolaborasi berikan cairan IV sesuai indikas
  • Keseimbangan cairan negative terus menerus, menurunkan haluaran renal dan konsentrasi urine menunjukkan terjadinya dehidrasi dan peningkatan penggantian cairan
  • Menunjukkan keadekuatan volume sirkulasi
  • Indicator tidak langsung dari status hidrasi/ derajat kekurangan
  • Diberikan untuk hidrasi umum serta mengencerkan obatneoplastik dan menurunkan efek samping merugikan misalnya mual/ muntah
  • Asupan kalori dan protein yang adekuat meningkatkan daya tahan tubuh klien

3. Infeksi tidak terjadi (1-3 hari), dengan criteria tanda-tanda infeksi tidak terjadi

  1. Kaji factor resiko terhadap infeksi nosokomial
  2. Kurangi organisme yang masuk kedalam individu dengan cara mencuci tangan, personal hygiene, vulva hygiene, dll.
  3. Kurangi kerentanan terhadap infeksi dengan motivasi dan pertahanan masukan kalori dan protein.
  4. Pantau tanda-tanda infeksi, seperti demam dll.
  5. Kolaborasi dengan dokter untuk terapi pencegahan infeksi.
  • Langkah pertama mengurangi penyebaran infeksi nosokomial
  • Mencuci tangan adalah salah satu cara meminimalisir penyebaran mikroorganisme
  1. Menentukan intervensi selanjutnya apabila infeksi telah terjadi
  2. Terapi farmakologis antibiotic digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang ada didalam tubuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s