CA SERVIKS

A.    Pengertian

  • Kanker serviks adalah sel skuamosa yang berasal dari lapisan epidemal serviks (Baradero, Mary dkk. 2007. EGC)
  • Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997)
  • Jadi Kanker Serviks merupakan penyakit reproduksi wanita yang disebabkan karena sel abnormal ganas yang tumbuh pada daerah mulut rahim

B.     Etiologi

Etiologi kanker belum diketahui, timbulnya kanker serviks berkaitan dengan hal berikut:

  1. Kegiatan seksual pada umur muda
  2. Persetubuhan yang sering dengan pasangan multipel
  3. Infeksi serviks yang disebabkan oleh virus terutama human papillomavirus (HPV) yang diperoleh melalui kontak seksual

Adapun faktor resiko kanker serviks:

  1. Status sosioekonomi yang rendah
  2. Koitus pada umur muda
  3. Kehamilan pertama pada usia muda
  4. Pasangan seksual multipel
  5. Imunosupresi seperti HIV dan HPV
  6. Prostitusi
  7. Perokok
  8. Faktor diet: kekurangan vit. A dan C

C.    Patofisiologi

Factor resiko (umur, jumlah kehamilan)

Metaplasia sel

Perubahan struktur sel dan fungsi

Sel-sel ganas

Pembesaran dan mendesak jaringan sekitar

Pemberian kemoterapi

Iskemia

Efek obat kemoterapi

Pengeluaran bradikinin, histamin, prostaglandin

Ulkus nekrosis jaringan

Menganggu fungsi lambung

Penekanan saraf simpatis

Jaringan sekitar serviks rapuh

Meningkatkan asam lambung

Gangguan rasa nyaman: nyeri

Perdarahan

Mual, muntah, dan anoreksia

Gangguan perfusi jaringan

Gangguan penenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

 

D.    Manifestasi Klinis

  1. Gejala dini
  • Sedikit sekresi berupa cairan dari vagina (keputihan)
  • Sewaktu-waktu ada blooding spotting(perdarahan sangatsedikit) setelah koitus berupa darah berwarna merah terang baik yang berupa cair atau menggumpal
  • Ketidak teraturan siklus haid
  • Perdarahan pasca menopause
  • Polimenorea
  1. Gejala lanjut
  • Sekresi dari vagina yang kehitaman dan bau
  • Nyeri pada daerah pelvis, abdomen, lumbal, bokong
  • Beratbadanberkurang
  • Anoreksia
  • Anemia
  • Edema ekstremitas bawah
  • Perdarahan dari rectum

E.     Klasifikasi

Klasifikasi Kanker Serviks menurut FIGO (Federation InternationalofGinecologies and Obstetricians)1978

Tingkat

Kriteria

0

Karsinoma In Situ ( KIS), membran basalis utuh

I

Proses terbatas pada serviks walaupun ada perluasan ke korpus uteri

I a

Karsinoma mikro invasif, bila membran basalis sudah rusak dan sel tumor sudah stroma tidak > 3 mm, dan sel tumor tidak tedapat didalam pembuluh limfe atau pembuluh darah.

I b

Secara klinis tumor belum tampak sebagai karsinoma, tetapi pada pemeriksaan histologi ternyata sel tumor telah mengadakan invasi stroma melebihi Ia

II

Proses keganasan telah keluar dari serviks dan menjalar 2/3 bagian atas vagina dan parametrium, tetapi tidak sampai dinding panggul

II a

Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari infitrat tumor

II b

Penyebaran ke parametrum, uni atau bilateral, tetapi belum sampai dinding panggul

III a

Penyebaran sampai ½ bagian distal vagina, sedang parametrium tidak dipersoalkan asal tidak sampai dinding panggul.

III b

Penyebaran sudah sampai dinding panggul, tidak ditemukan daerah infiltrat antara tumor dengan dinding panggul.

IV

Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan mokusa rektum dan atau vesika urinaria atau telah bermetastasi keluar panggul ketempat yang jauh

IV a

Proses sudah sampai mukosa rektum dan atau vesika urinaria atau sudah keluar dari pangul kecil, metastasi jauh belum terjadi

IV b

Telah terjadi metastasi jauh.

 F.     Penatalaksanaan      

  1. Uji diagnostik: CT Scan, sistokopi, protosigmoidoskopi, pielografi intravena, dan pemeriksaaan gastrointestinal bawah dengan barium
  2. Medikasi
  3. Tindakan
  4. Radiasi
  5. Pembedahan

 

  • PROSES ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian

  • Identitas klien
  • Keluhan utama

Perdarahan dan keputihan

  • Riwayat penyakit sekarang

Klien datang dengan perdarahan pasca coitus dan terdapat keputihan yang berbau tetapi tidak gatal.

  • Riwayat penyakit terdahulu

Perlu ditanyakan pada pasien dan keluarga, apakah pasien pernah mengalami penyakit kanker seperti kanker payudara

  • Riwayat penyakit keluarga

Perlu ditanyakan apakah dalam keluarga ada yang menderita penyakit seperti ini atau penyakit kanker

  1. Riwayat Genekologi
  • Riwayat Menstruasi

Lama menstruasi, siklus mensruasi, panjangnya menstruasi, keluaran darah menstruasi, warna, bau, keluhan

  • Riwayat Perkawinan

Dalam usia berapa pertama kali koitus, berapa kali menikah, jarak pernikahan dan kehamilan

  • Riwayat obstetric

Riwayat kehamilan, berapa banyak kehamilan dan persalinan, dan nifas

  1.  Pemeriksaan Fisik
  • Inspeksi

Perdarahan, keputihan, serviks menunjukkan erosi epitelium, nampak lesi, serviks membesar atau berbentuk drum

  • Palpasi

Serviks teraba keras

2.      Diagnosa Keperawatan

a.      Gangguan rasa nyaman: Nyeri b.d pembesaran masa

b.      Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d mual/muntah

c.       Gangguan perfusi jaringan b.d perdarahan

 

3.      Intervensi Keperawatan

1. Melaporkan penghilangan nyeri maksimal atau pengaruh minimal pada AKS dengan criteria :

  • Skala nyeri berkurang menjadi 2 atau 3
  • Klien tidak meringis lagi
  1. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi nyeri, frekuensi dan intensitas (skala 0-10) dan tindakan penghilang yang digunakan.
  1. Berikan tindakan kenyamanan misalnya gosokan punggung serta aktivitas hiburan music dan televise
  1. Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri misalnya tekhnik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi dan sentuhan terapeutik
  2. Tindakan kolaboratif berikan analgesic sesuai indikasi misalnya morfin, methadone, dll.
  3. Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau keefektifan intervensi
  4. Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian
  5. Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control
  6. Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individu berbeda. Saat perubahan penyakit atau pengobatan terjadi penilaian dan pemberian akan diperlukan.

2. Masukan nutrisi dapat terpenuhi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme dibuktikan dengan terpeliharanya berat badan normal

  1. Dorong pemberian makan sedikit dan sering
  1. Berikan lingkungan yang nyaman untuk makan contohnya bebas dari bau tidak sedap, tidak terlalu ramai, udara yang tidak nyaman
  2. Berikan informasi tentang menu pilihan.
    1. Pemberian makan sedkit dan sering mengurangi reaksi mual
      1. Dapat meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki pemasukan makanan.
      2. Perencanaan menu yang disukai pasien dapat menstimulasi nafsu makan dan meningkatkan pemasukan makanan

 

3. Menunjukkan perfusi yang adekuat secara individual dengan criteria:

  • Kulit hangat dan kering
  • Nadi perifer kuat
  • TTV daam batas normal
  1. Awasi tanda-tanda vital, kaji pengisian kapiler
  1. Lihat pucat, sianosis, kulit lembab/ dingin. Catat kekuatan nadi perifer
  1. Catat keluhan rasa dingin, pertahankan suhu lingkungan
  1. Pertahankan pemasukan cairan adekuat
    1. Memberikan informasi tentang derajat/ keadekuatan perfusi jaringan
    2. Vasokontriksi sistemik diakibatkan oleh penurunan curah jantung mungkin dibuktikan oleh penurunan perfusi kulit dan nadi
    3. Vasokontriksi (ke organ vital) menurunkan sirkulasi perifer. Kenyamanan pasien atau kebutuhan rasa hangat harus seimbang dan membantu mempertahankan sirkulasi dan perfusi
    4. Dehidrasi dapat menyebabkan hipovolemia sehingga mempengaruhi perfusi jaringan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s