CA OVARIUM

A.    Pengertian

Kanker ovarium adalah neoplasma malignan pada ovarium yang bisa timbul pada semua golongan umur termasuk bayi dan anak-anak. Kanker ovarium mempunyai mortalitas yang tinggi karena setiap tahunnya ada sekitar 22.000 kasus dan sekitar 60% dari kasus ini meninggal.

B.     Etiologi

Etiologi dari kanker ovarium belum bisa di mengerti dan di jelaskan tetapi ada beberapa factor yang dapat di kaitkan dengan kanker ovarium yaitu :

  1. Umur

Padausia 50-60 tahun

  1. Hereditas

Wanita yang pernah mengalami kanker payudara

  1. Endokrin
  2. Lingkungan
  • Kondisi lingkungan di daerah industry meningkatkan factor resiko
  1. Makanan

Makanan yang banyak lemak apalagi lemak hewani juga meningkatkan resiko

  1. Virus

C.    Patofisiologi

Factor resiko (genetic, makanan)

Metaplasia sel

Maligna

Terapi radiasi/ kemoterapi

Pembesaran masa

Kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan

Mempengaruhi saraf kerja parasimpatis

Ischemia

Koping individu tidak efektif

Mempengaruhi kerja usus

Pengeluaran bradikinin, histamin dan prostaglandin

Ansietas

 

Penurunan motilitas usus

Penekanan saraf simpatis

 

 

Peristaltik menurun

Gangguan rasa nyaman: nyeri

 

 

Gangguan eliminasi: konstipasi

 

 

D.    Manifestasi klinis

Terkadang penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun sehingga bisa disebut the silent killer (pembunuh diam-diam). Adapun gejala pada umumnya berupa:

  1. Perkembangan sangat perlahan-lahan
  2. Adanya tumor massa pada perut bagian bawah yang kadang-kadang merasa berat dan sakit
  3. Gangguan haid: haid tidak teratur
  4. Menopause dini
  5. Pada wanita yang sudah menopause kadang-kadang di temukan sedikit pendarahan atau cairan bercampur dengan darah
  6. Adanya udem pada tungkai akibat tekanan pada pembuluh balik
  7. Gangguan atau kesulitan defekasi
  8. Penurunan BB serta anemia
  9. Perubahan lingkar perut

E.     Klasifikasi

Stadium kanker ovarium primer menurut FIGO (Federation International of Ginecologies and Obstetricians ) 1987, adalah :

Stadium I              : pertumbuhan terbatas pada ovarium

  • Stadium IA     : pertumbuhan terbatas pada suatu ovarium, tidak ada asietas yang berisi sel ganas, tidak ada pertumbuhan di permukaan luar, kapsul utuh.
  • Stadium IB     : pertumbuhan terbatas pada kedua ovarium, tidak asietas, berisi sel ganas, tidak ada tumor di permukaan luar, kapsul intak.
  • Stadium IC     : tumor dengan stadium 1a dan 1b tetapi ada tumor dipermukaan luar atau kedua ovarium atau kapsul pecah atau dengan asietas berisi sel ganas atau dengan bilasan peritoneum positif.

Stadium II             : pertumbuhan pada satu atau dua ovarium dengan perluasan ke panggul

  • Stadium IIA    : perluasan atau metastasis ke uterus dan atau tuba
  • Stadium IIB    : perluasan jaringan pelvis lainnya
  • Stadium IIC    : tumor stadium 2a dan 2b tetapi pada tumor dengan permukaan satu atau kedua ovarium, kapsul pecah atau dengan asitas yang mengandung sel ganas dengan bilasan peritoneum positif.

Stadium III           : rmengenai satu atau kedua ovarium dengan implant di peritoneum di luar pelvis danatau retroperitoneal positif. Tumor terbatas dalam pelvis kecil tetapisel histology terbukti meluas ke usus besar.

  • Stadium IIIA            : tumor terbatas di pelvis kecil dengan kelenjar getah bening negatif tetapi secara histology dan dikonfirmasi secara mikroskopister dapat adanya pertumbuhan (seeding) dipermukaan peritoneum abdominal
  • Stadium IIIB: tumor mengenai satu atau kedua ovarium dengan implant dipermukaan peritoneum dan terbukti secara mikroskopis, diameter melebihi 2 cm, dan kelenjar getah bening negative
  • Stadium IIIC : implant di abdomentdengan diameter > 2 cm dan atau kelenjar getah bening retroperitoneal atau inguinal positif.

Stadium IV           : pertumbuhan mengenai satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh. Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam stadium 4, begitu juga metastasis kepermukaan liver

F.     Penatalaksanaan

  1. Kolaboratif
  • Ultrasonografi
  • CT-scan
  • Kemoterapi : pada stadium 1
  • Pembedahan : histerektomi abdomen total
  1. Mandiri

Pasien di berikan penyuluhan standar post operasi yang menyangkut pembedahan mayor pada abdomen. Perawat perlu menekankan penjelasan mengenai pembedahan dan terapi yang telah di peroleh pasien dari dokternya.

  • PROSES ASUHAN KEPERAWATAN

a.      Pengkajian

  1. Identitas klien
  2. Keluhan utama

Haid tidak teratur, pelvis terasa berat, terkadang adanya udema di ekstremitas bawah

  1. Riwayat penyakit sekarang
  2. Riwayat penyakit terdahulu

Perlu ditanyakan pada pasien dan keluarga, apakah pasien pernah mengalami penyakit kanker seperti kanker payudara

  1. Riwayat penyakit keluarga

Perlu ditanyakan apakah dalam keluarga ada yang menderita penyakit seperti ini atau penyakit kanker

  1. Riwayat Genekologi
  • Riwayat Menstruasi

Lama menstruasi, siklus mensruasi, panjangnya menstruasi, keluaran darah menstruasi, warna, bau, keluhan

  • Riwayat Perkawinan

Dalam usia berapa pertama kali koitus, berapa kali menikah, jarak pernikahan dan kehamilan

  • Riwayat obstetric

Riwayat kehamilan, berapa banyak kehamilan dan persalinan, dan nifas

  1. Pemeriksaan Fisik
  • Inspeksi

Perdarahan, daerah pelvis terjadi pembesaran

  • Palpasi

Teraba masa di daerah pelvis (ovarium), dan nyeri tekan pada kuadran 3 dan 4

b.      Diagnosa Keperawatan

  1. Nyeri b.d pembesaran masa
  2. Konstipasi b.d efek dari kemoterapi atau radiasi
  3. Ansietas b.d kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya

3. Intervensi Keperawatan

1.Melaporkan penghilangan nyeri maksimal atau pengaruh minimal pada AKS dengan criteria :

  • Skala nyeri berkurang menjadi 2 atau 3
  • Klien tidak meringis lagi
  1. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi nyeri, frekuensi dan intensitas (skala 0-10) dan tindakan penghilang yang digunakan.
  2. Berikan tindakan kenyamanan misalnya gosokan punggung serta aktivitas hiburan music dan televise
  3. Dorong penggunaan keterampilan manajemen nyeri misalnya tekhnik relaksasi, visualisasi, bimbingan imajinasi dan sentuhan terapeutik
  4. Tindakan kolaboratif berikan analgesic sesuai indikasi misalnya morfin, methadone, dll.
  5. Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan atau keefektifan intervensi
  • Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian
  • Memungkinkan pasien untuk berpartisipasi secara aktif dan meningkatkan rasa control
  • Nyeri adalah komplikasi sering dari kanker, meskipun respon individu berbeda. Saat perubahan penyakit atau pengobatan terjadi penilaian dan pemberian akan diperlukan.

2. Mempertahankan konsistensi atau pola defeksi umum dengan criteria:

  • Feses tidak keras lagi
  • Klien tidak mengeluh sulit BAB
  1. Pastikan kebiasaan eliminasi umum
  2. Kaji bising usus dan pantau/ catat gerakan usus termasuk frekuensi
  3. Pantau masukan dan haluaran
  4. Dorong masukan cairan yang adekuat misalnya 2000 ml/ 24 jam, serta peningkatan diet serat
  • Dapat diperlukan sebagai dasar dasar untuk evaluasi masa datang
  • Mendefinisikan masalah konstipasi
  • Ketidakadekuatan masukan cairan dapat menyebabkan konstipasi
  • Dapat menurunkan potensial terhadap konstipasi dengan memperbaiki konsistensi feses dan merangsang peristaltik

3. Klien dapat:

  • Mengungkapkan perasaan tentang diagnosis penyakit dan pengobatannya
  • Rasa cemas klien berkurang yang berkaitan dengan pengobatan dan jalannya penyakit
  1. Dorong pasien untuk mengekspresikan emosinya
  2. Berikan dukungan emosi dengan sentuhan lembut kepada pasien
  3. Berikan penkes tentang pedoman perawatan berupa penjelasan  penyakitnya, rencana pengobatan, dan efek samping dari pengobatan yang dijalaninya.
  • Kecemasan yang tidak dikeluarkan dapat menjadi stressor tersendiri bagi pasien yang nanti akan terakumulasi ketika klien sudah dalam titik jenuh
  • Dukungan berupa sentuhan lembut dan bersedia menjadi pendengar dapat menjadi dukungan positif terhadap proses penyembuhan klien
  • Penkes digunakan untuk lebih memperjelas dan menjawab ketidak tahuan klien terhadap penyakit yang dideritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s