Cinta BBM (Bunga Bangkai Melodi)

983505a50a685f33651bb8235b87d3af

Hari ini, isu mengenai cinta busuk kita kembali berhembus keras. Berulang kali engkau menghempaskan aku dalam kesakitan yang menjadi-jadi.

Kali ini, kembali kau mengkhianati aku yang selalu setia bersama mu. Kau pernah bilang, kau akan selalu menaungi ku. Kau pernah berjanji pada ku bahwa kau akan selalu mendengarkan pendapat ku.

Lantas mengapa kau selalu saja berjalan sendiri tanpa peduli akan aku?

Kau selalu menawarkan kebijakan yang ‘harus’ diterapkan. Ini bukan era Orde Baru lagi, dear. Kau pernah bilang kepada ku, ini era reformasi dimana setiap orang dengan bebas mengungkapkan pendapatnya.

Lantas ketika aku bersuara tidak, mengapa kau tidak mengubrisnya. Kau seolah menutup telinga atas ke’tidak’an ku. Apakah kau dan kekuasan mu memang selalu begitu… Bukankah aku berhak mendapatkan perhatian dari mu, dan kau juga harus mempertimbangkan pendapat ku bukan…

Ah, sudah terlalu lama kau tidak mendekap ku dengan erat ketika banyak masalah yang mencekik. Sudah berapa lama kau tidak berdiri disamping ku dan membela ku? Aku lupa.

Ketika kau mulai berpaling dari ku, perlahan tapi pasti kau cekik aku bersama kekuasan mu. Lupa kah kau dengan janji ketika kita merintis bangsa ini bersama?

Kau seorang intelektual, pasti mengetahui banyak dampak ini semua. Aku bukanlah seorang robot yang bisa mematuhi semua kebijakan mu, dear.

Tidak ada lagi kah sedikit cinta itu untuk ku, dear? Kau dengan entengnya berkelit dan berkata tidak ada cara lain selain ini. Kau tidak pernah mendengarkan aku, yang selalu setia dengan peraturan mu, yang selalu setia dengan bangsa ini, yang selalu setia dengan perilaku mu yang menyesakkan dada.

Bersama mu yang menjadi tulang rusuk ku. Tidak kah kau menganggap aku adalah pasangan mu. Bukan kah kita telah menandatangani kontrak secara de facto dan de jure? Maka kau resmi menjadi pasangan ku. Dan aku mencintai mu.

Agenda tahun ajaran baru dan bulan suci akan segera datang, dear. Pantas kah kau mempermainkan aku dengan inflasi dimana-mana? Sudah tidak ada lagi kah cinta itu, dear?

Tidak kah kau melihat aku yang terseok melangkah menyambung hidup, dan kau mengkhianati aku yang penuh dengan cinta bersama kekuasan mu.

Pilinan cinta kita terlalu rumit. Ketika kau berpaling dari ku, lalu berbalik mencekik aku yang sudah sangat setia mendamping mu selama enam puluh delapan tahun. Enam puluh delapan tahun… Bukan waktu yang sebentar kan…

Rajutan cinta kita sudah terlalu lama membusuk. Menimbulkan rasa mual dan jijik ketika merekah. Hanya serangkaian serangga yang senang dengan borok yang kau timbulkan, bersama bunyi mendengung yang timbul dari kepak sayap itu.

Aku hanya ingin kau tahu betapa sakitnya terkhianati cinta yang telah lama dibangun bersama. Semoga kau membaca ini, dear.

Di tulis dengan cinta dari Kekasih mu tersayang, Rakyat Indonesia

*Dalam rangka kenaikan BBM*

Sukabumi, 16 Juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s