Dalam Jalan Setapak

Aku berlari mengejar mimpi

Terjatuh, lalu bangkit kembali

Berlari kembali dan berkali-kali jatuh

Berkali-kali aku bangkit

Begitu terus, hingga aku

Terbentur pada dinding yang tinggi

Tak bisa aku panjat

Dan aku sudah lelah

Aku letih dengan semua permainan ini

Mengejar impian yang mungkin sederhana

Impian yang mungkin mempunyai impian lagi

Tentunya, entah aku atau bukan

Dengan segala modal yang ku punya

Tapi entah apa yang ada dalam dasar lautan sana

Aku mungkin yakin, tapi tidak

Dan akhirnya semua itu lepas dari genggaman

Apakah aku harus menangis?

Tidak!

Aku kaku dalam tempat

Terpasung dalam kehilangan yang sunyi

Pergi, tanpa mengucap sepatah kata

Pergi dalam sunyi

Dan mulutku juga terkunci

Tertegun

Mencoba menikmati detik kehilangan

Dalam diam dan sunyi

Merasakan kehangatan kehilangan itu

Merasakan keceriaan kehilangan itu

Merasakan berada disisi kehilangan itu

Mencoba menikmati bayang kehilangan

Yang makin lama makin menjauh

Dan hilang dari pandangan ku

Sementara aku

Diam dalam jalan setapak

Merasakan impian yang aku kejar hilang

Karena aku lelah untuk mengejarnya

Aku juga perlu istirahat bukan?

Aku akan sejenak berada disini

Menikmati impian yang sudah ku temukan

Lalu sejenak kemudian hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s