Sebuah Refleksi Diri

Angin masih berhembus kencang. Menerbangkan ujung kerudungku. Ketika hendak beranjak pulang. Pulang?

Waktu ku berkujung ke dunia luar telah habis. Pulang? Hendak kemana kau pulang? Bukankah aku masih bingung, apa itu pulang? Dan mengapa aku tidak merasa bebas?

Jika kebebasan adalah hak setiap orang. Maka aku akan bertanya, apakah aku bebas? Aku tidak tahu hal itu. Aku tidak mengetahui arti kebebasan?

Karna bagi ku… Bebas adalah keluar pergi tanpa ada beban yang kau pikul. Ya, aku keluar tapi seakan rantai besi menggelayuti tubuh. Aku keluar pergi, dengan rantaian kata yang tak biasa

Jika aku keluar bersama angin. Dengan sebuah perasaan bebas, namun kembali pada riak gelombang. Yang menjatuhkan.. Bebas seperti tak bebas

Jika rantaian udara terurai menjadi molekul-molekul. Aku akan hidup seperti kupu-kupu yang terbang diantaranya. Menikmati setiap penerbanganku dengan kecepatan sedang. Tanpa harus terbebani ribuan ton, kekesalan dan kekecewaan

Aku jenuh dengan ritme kehidupan ku. Dengan rantaian kata-kata yang tidak tepat terucap. Boleh kah aku beristirahat barang sejenak? Untuk kembali mereflekskan diri

Menata kembali puing-puing jiwa. Meregenerasi sel-sel ku yang telah rusak. Aku mengerti dan sangat mengerti. Ini adalah sebuah jiwa yang sangat kecil

Kurang cukup lapang menerima semua rutinitas. Yang membuatku sering kali menumpukkan seonggok sampah disudut hati yang hitam. Dan membiarkannya membusuk begitu saja

Ketika aku rehat, aku akan coba untuk membersihkannya. Kembali aku akan tata sebuah taman yang indah. Dengan gemiricik air dan kupu-kupu diantaranya. Serta mahkluk air yang berenang berwana-warni

Sekarang, aku jenuh dengan ini. Setiap lengkingan panggilan yang terlontar. Taukah kau, aku sedang apa? Taukah kau, bagaimana warna hatiku saat itu?

Jangan kau menyangka jiwa ku ini kecil. Tapi setiap saat aku selalu mendengar lengkingan panggilan. Yang setiap saat harus kau penuhi. Tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada mu

Bagaimana kalau kau menjadi aku, kawan? Apakah kau akan jenuh juga dengan semua ini. Layakkah jika aku jenuh, kawan? Aku juga perlu istirahat bukan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s