Dongeng Fakta Air Payau

Opini terus berkembang, setiap manusia memiliki pendapatnya masing-masing. Caci maki adalah hal biasa. Lilitan renjana mungkin sekarang sedang mengekang. Hanya waktu sepersekian detik untuk berkedip, digelandang sudah.

Manusia memiliki spekulasi masing-masing. Apapun itu, anak bawang ini tengah meniti langkah untuk percaya. Sebuah sandiwara birokrasi tengah dilakonkan saat ini. Aku.. anak bawang yang kemarin baru saja melangkah dalam dunia ini.

Sepak terjang ku belum segagah para ksatria bulan sabit kuning. Langkahku belum selebar mereka. Tapi aku berusaha untuk mencapainya. Aku.. si anak bawang ini masih mencari pijakan yang pas, ketika media ramai mendengungkan dongeng fakta.

Caci maki terlontar dari public yang membenci. Si anak bawang ini meringis sedih. Konsekuensi yang ada mungkin berat, ketika legitimasi public harus tergerus oleh dongeng fakta yang makin berdengung setiap hari.

Dongeng fakta, seperti air payau keruh. Biarkan segalanya mengalir dari hulu ke hilir, asal itu tidak menjadikannya keruh layaknya air payau ini. Sebuah hal yang dilematis bagi anak bawang ini. Ketika stigma public dipertaruhkan, disonansi public pasti terjadi.

Si anak bawang ini meski baru hidup dalam dunia ini dan masih hidup dalam dua dunia. Aku mencintai kesatuan bulan sabit kuning. Apapun yang terjadi nanti, langkahku tetap disini. Kepercayaan ku akan aku jaga sebisa mungkin. Meski banyak sandiwara yang akan dilakukan nanti.

Konspirasi? Dongeng fakta mungkin menyajikan banyak konspirasi lagi nanti. Public mungkin akan semakin dewasa, semakin banyak lakon yang diperankan dalam setiap episodenya.. public menilai.

Menjadi pakar mungkin semakin leluasa berspekulasi. Terlalu rumit bila memilah otak problem ini. Mengurainya menjadi satuan benang. Biarlah lingkar hijau yang bekerja, tapi terlalu dilema bila tidak dicampuri oleh pihak tertentu.

Entahlah, si anak bawang ini hanya berdo’a semoga bisa maksimal, bila tidak biarlah di yaumil akhir nanti Dia yang membongkar segala kebenarannya. Tapi aku tidak akan meninggalkan barisan bulan sabit kuning yang telah memberiku sebuah lingkar cahaya diantara gelapnya dunia.

 

Dedicated for Seluruh Jajaran Barisan Bulan Sabit Kuning, semoga kita menjadi lebih baik dan kokoh lagi sehingga barisan kita tidak tertembus oleh elemen-elemen kimia yang merusak keyakinan. Allahu Akbar!

Sukabumi, 02 Februari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s