Seseorang disisi Jalanan

Jika duduk menggelepar

Adalah sesuatu hal yang sangat mewah

Mereka menjadi saksi hidup

Sebuah sandiwara jalanan yang keras

 

Jika siang hari

Adalah jala yang mengais makanan

Dan malam hari

Adalah pertarungan bertahan untuk esok

 

Dengan sebuah gemerincing

Batu dan botol menjadi bisu

Dalam diamnya sebuah langkah kecil

Menunggu besi bermesin berhenti di depannya

 

Melantunkan suara cemprengnya

Dan tatapan matanya yang mengiba

Menerima koin demi koin pemberian yang iba

Sebuah langkah kecil tanpa pelindung

 

Mengelilingi setiap jalan beraspal

Menjala makanan untuk terus bertahan

Terus melakoni perannya dalam sebuah sinetron

Sinetron panjang yang entah kapan berakhir

Sukabumi, 20 Maret 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s