Seorang Pendusta

Aku adalah seorang pendusta. Mengakui apa yang tidak pernah aku tahu. Hidupku penuh dengan tipuan yang menyesakkan. Bergelut dengan sebuah kesenangan semu. Kelam ku yang membelengu setiap hembus napasku selama ini.

Mengagungkan sebuah rantai yang mencengkram erat seluruh fungsi tubuh ku. Merajai setiap tindak tandukku. Kelam ku..

Belenguku.. dengan sebuah rangkai polemic kehidupan yang sangat kacau. Ketika aku kehilangan legitimasi dalam diriku sendiri. Aku yang sangat asing dengan siapa diriku, aku amnesia..

Kau tahu.. kaki ini tidak bisa berpijak sebagaimana mestinya. Fondasi ini rapuh ketika menyenggol sebuah beban. Ketika aplikasi hukum newton aksi reaksi, tidak menimbulkan dampak.. ketahuilah, faktor eksternal berperan di dalamnya.

Aku adalah seorang pendusta. Berucap dalam mulut dan berbeda di hati. Kelamku.. cukup waktu lampau yang merekam memori itu dan menyimpannya menjadi arsip pribadinya. Cukup ketika itu, takdir yang menuliskan kelamku. Cukup putaran rotasi bumi yang memutarnya. Cukup aku simpan semua yang tiada berarti itu. Yang sesekali dapat aku buka kembali, pengingat ku agar aku tak akan pernah menjejakkan kaki ini ke dalamnya lagi.

Sekarang.. aku disini, dijalan ini. Bukan sebuah persimpangan jalan lagi, tapi semoga sebuah jalan lurus yang akan aku susuri sepanjang hidupku.

 

Sukabumi, 13 Januari 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s