Senja

Aku ingin merasakan semilir angin membelai. Menyentuh setiap lekuk tubuhku dengan lembut. Mengangkat ribuan duri yang menusuk hati. Mengangkat bongkahan batu yang menghimpit dada. Mengeringkan luka yang ada.

Ribuan joule harus digunakan. Untuk bisa mencumbu senja dengan romantis. Menerawangi setiap relung hatinya. Menyambangi setiap kekalutannya. Ditemanni dengan debur ombak yang senantiasa bernyanyi. Ah, itu terlalu jauh dijangkau.

Aku memiliki jarak pandang maksimal. Sekarangpun belum terlihat. Setelah ribuan detik aku menunggu. Ya, mungkin ini bukan saatnya. Jika dia datang sebelum saatnya, itu hanya akan membawa luka.

Menawanmu dalam dunianya. Biarlah aku menunggu saatnya tiba. Suatu saat dia pasti muncul. Dan ketika saat itu datang, senja akan terlihat sangat indah dan menawan. Saat itu pula, aku rela senja menawanku dalam dunianya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s