Duniaku

Rantaian gerbong kalimat adalah lampu pijarku. Mereka dapat menjadi seutas cambuk untukku berpacu.

 

Mereka adalah cermin dalam dunia. Biarlah aku menyalurkan kegilaanku dalam setiap baris prosa. Merangkainya menjad untaian gejolak jiwa. Maka, lihatlah aku..

 

Ini adalah refleksi diri. Melepas jengah dengan rentetan rutinitas hidup. Disini, aku menjadi presiden untuk diriku sendiri. Menyemai banyaknya gulma diantara taman hati. Tapi memang itulah aku.

 

Biarlah aku meluapkan jiwa hitam ini dengan untaian kata. Walau aku tahu ini bukan hal yang pantas.

 

Kau tahu, betapa aku menginginkan senja? Ya, itulah sisi gelapku. Yang berusaha aku tekan agar ia tak merangsek keluar.

 

Hanya dengan barisan pros, senjaku dapat aku ungkap. Hanya dengan rangkaian kata senjaku dapa aku rindukan.

 

Duniaku, dunia dalam barisan prosa. Aku dapat menjadi seorang presiden dan jenderal untuk diriku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s